Subscribe Us

Keajaiban Penciptaan Allah: Malaikat, Jin, Iblis, dan Setan dalam Al-Quran dan Hadits

 

Penciptaan Malaikat, Jin, Iblis, Setan Menurut Al-Quran dan Hadits


Pengertian Malaikat

Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya. Mereka adalah makhluk yang taat dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah. Mereka memiliki berbagai tugas dan fungsi yang ditugaskan oleh Allah, seperti menyampaikan wahyu, mencatat amal perbuatan manusia, menjaga langit dan bumi, dan lain-lain. Malaikat adalah salah satu dari enam rukun iman yang harus diyakini oleh umat Islam.

Penciptaan Malaikat

Penciptaan malaikat tidak diketahui secara pasti kapan terjadi, tetapi dapat dipastikan bahwa mereka diciptakan sebelum Nabi Adam AS. Hal ini didasarkan pada ayat Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 30, di mana Allah mengabarkan kepada malaikat bahwa Dia akan menjadikan khalifah di bumi.

Penciptaan malaikat dari cahaya didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, istri Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda:

"Malaikat itu diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan pada kalian." (HR. Muslim) ¹

 

Pengertian Jin

Jin adalah makhluk Allah yang diciptakan dari api. Mereka memiliki alam sendiri yang berbeda dimensi dengan alam manusia. Mereka juga memiliki akal dan nafsu, serta bisa beriman atau kafir kepada Allah. Jin memiliki kemampuan untuk melihat manusia, tetapi manusia tidak bisa melihat mereka kecuali dengan izin Allah. Jin juga bisa berubah bentuk dan mempengaruhi manusia dengan bisikan atau gangguan. 

Penciptaan Jin

Penciptaan jin didasarkan pada ayat Al-Quran surat Ar-Rahman ayat 15, di mana Allah berfirman:

"Dan Dia menciptakan jin dari nyala api." (QS. Ar-Rahman: 15)

وَخَلَقَ الۡجَآنَّ مِنۡ مَّارِجٍ مِّنۡ نَّارٍ‌ۚ

Wa khalaqal jaaan mim maarijim min naar

Penciptaan jin juga didukung oleh hadits yang sama dengan hadits tentang penciptaan malaikat.

Menurut beberapa ulama ahli tafsir, jin diciptakan sebelum Nabi Adam AS. Hal ini didasarkan pada ayat Al-Quran surat Al-Hijr ayat 26-27,

di mana Allah berfirman:

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan jin telah Kami ciptakan sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (QS. Al-Hijr: 26-27)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ٢٦ 

Wa laqad khalaqnal-insāna min ṣalṣālim min ḥama`im masnụn

وَٱلْجَآنَّ خَلَقْنَٰهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ ٢٧

Wal-jānna khalaqnāhu ming qablu min nāris-samụm

Dari ayat ini, dapat dipahami bahwa jin diciptakan sebelum manusia, dan bahwa mereka memiliki sifat api yang sangat panas, yang berbeda dengan sifat cahaya yang dimiliki oleh malaikat.

 

Pengertian Iblis

Iblis adalah nama khusus untuk jin yang paling sombong dan durhaka kepada Allah. Ia adalah pemimpin dan bapak dari semua setan. Ia juga dikenal dengan nama lain, seperti Syaitan, Azazil, Al-A'war, dan lain-lain. Iblis adalah musuh utama bagi manusia, karena ia berusaha menyesatkan dan menggoda manusia untuk bermaksiat kepada Allah. 

Penciptaan Iblis?

Penciptaan iblis sama dengan penciptaan jin, yaitu dari api. Namun, iblis memiliki kedudukan yang tinggi di antara jin, karena ia adalah salah satu dari jin yang paling berilmu dan taat kepada Allah. Ia juga termasuk dalam golongan malaikat, karena ia diperbolehkan bergaul dengan mereka dan ikut menyembah Allah.

Penciptaan iblis didasarkan pada ayat Al-Quran surat Al-Kahf ayat 50, di mana Allah berfirman:

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖۗ اَفَتَتَّخِذُوْنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗٓ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِيْ وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّۗ بِئْسَ لِلظّٰلِمِيْنَ بَدَلًا

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, padahal mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim." (QS. Al-Kahf: 50)

Dari ayat ini, dapat dipahami bahwa iblis adalah jin yang mendurhaka kepada Allah ketika ditugaskan untuk sujud kepada Nabi Adam AS. Ia merasa lebih mulia dari Nabi Adam AS, karena ia diciptakan dari api, sedangkan Nabi Adam AS diciptakan dari tanah. Karena kesombongan dan kedurhakaannya itu, ia dikutuk oleh Allah dan diusir dari surga.

 

Pengertian Setan

Setan adalah makhluk Allah yang mengikuti jejak iblis dalam bermaksiat dan menentang Allah. Setan bisa berasal dari jin atau manusia. Setan yang berasal dari jin disebut syaitan, sedangkan setan yang berasal dari manusia disebut syaitanul ins. Setan memiliki tujuan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah dan membawa mereka ke neraka.

Penciptaan Setan

Penciptaan setan didasarkan pada ayat Al-Quran surat Al-An'am ayat 112, di mana Allah berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ

"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menyesatkan (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki niscaya mereka tidak mengerjakannya; maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan." (QS. Al-An'am: 112)

Dari ayat ini, dapat dipahami bahwa setan adalah makhluk yang membisikkan perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menyesatkan manusia dari kebenaran. Setan bisa berasal dari jin atau manusia yang telah terpengaruh oleh iblis dan mengikuti langkah-langkahnya dalam bermaksiat kepada Allah.

 

FAQ

Q: Apakah malaikat, jin, iblis, dan setan itu nyata atau hanya khayalan?

A: Malaikat, jin, iblis, dan setan itu adalah makhluk yang nyata dan bukan khayalan. Hal ini didasarkan pada sumber-sumber Islam yang otentik, yaitu Al-Quran dan hadits, yang menjelaskan tentang keberadaan dan sifat-sifat makhluk-makhluk tersebut. Sebagai umat Islam, kita wajib mempercayai keberadaan mereka sebagai bagian dari rukun iman.

 

Q: Apakah malaikat, jin, iblis, dan setan itu bisa dilihat oleh manusia?

A: Malaikat, jin, iblis, dan setan itu tidak bisa dilihat oleh manusia dengan mata biasa, kecuali dengan izin Allah. Hal ini didasarkan pada ayat Al-Quran surat Al-A'raf ayat 27, di mana Allah berfirman:

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu ditipu oleh syaitan sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga; dia menanggalkan dari keduanya pakaian mereka untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya dia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al-A'raf: 27)

Dari ayat ini, dapat dipahami bahwa syaitan dan pengikut-pengikutnya bisa melihat manusia dari suatu tempat yang manusia tidak bisa melihat mereka. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki alam yang berbeda dimensi dengan alam manusia.

 

Q: Apakah malaikat, jin, iblis, dan setan itu bisa berkomunikasi dengan manusia?

A: Malaikat, jin, iblis, dan setan itu bisa berkomunikasi dengan manusia dengan cara-cara yang berbeda-beda. Malaikat bisa berkomunikasi dengan manusia melalui wahyu atau mimpi yang benar. Jin bisa berkomunikasi dengan manusia melalui bisikan atau gangguan yang bisa didengar atau dirasakan oleh manusia. Iblis bisa berkomunikasi dengan manusia melalui was-was atau godaan yang masuk ke dalam hati manusia. Setan bisa berkomunikasi dengan manusia melalui perkataan-perkataan yang indah-indah yang menyesatkan manusia dari kebenaran.

 

Kesimpulan

Dari artikel ini, kita dapat mengetahui tentang penciptaan malaikat, jin, iblis, dan setan menurut sumber-sumber Islam yang otentik, yaitu Al-Quran dan hadits. Kita juga dapat mengetahui tentang sifat-sifat dan fungsi-fungsi makhluk-makhluk tersebut dalam alam semesta. Kita juga dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari penciptaan makhluk-makhluk tersebut, yaitu:

- Kita harus bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang telah menciptakan kita dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Kita harus merendahkan diri di hadapan Allah dan tidak sombong seperti iblis.

- Kita harus beriman kepada Allah dan mengakui kekuasaan-Nya atas segala sesuatu. Kita harus taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kita harus menyembah Allah semata-mata tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

- Kita harus waspada terhadap tipu daya syaitan dan pengikut-pengikutnya. Kita harus meminta perlindungan kepada Allah dari godaan-godaan mereka. Kita harus membaca Al-Quran dan hadits sebagai pedoman hidup kita.

- Kita harus saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Kita harus saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Kita harus saling mencintai sesama muslim sebagai saudara seiman.

 

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.


My Profile:

Salam! Saya Riesty, seorang penulis konten kreatif dengan fokus pada bidang keahlian CEO (Content, Experience, Optimization). Saya memiliki passion yang mendalam dalam menghasilkan materi konten yang informatif, inspiratif, dan berkualitas tinggi. Dengan latar belakang dalam industri ini, saya memahami pentingnya menghubungkan pengalaman pengguna yang luar biasa dengan optimalisasi konten yang cerdas.

Sebagai seorang penulis, saya percaya bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk menginspirasi, mengedukasi, dan menghubungkan. Saya senang berkolaborasi dengan klien untuk menciptakan konten yang tidak hanya menggugah rasa ingin tahu, tetapi juga memiliki dampak positif bagi audiens. Keahlian saya dalam bidang CEO memungkinkan saya untuk merangkul pendekatan yang holistik dalam strategi konten, dengan menggabungkan pengalaman, keahlian, kewenangan, dan kepercayaan.


Postingan Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel