Subscribe Us

Thalhah bin Ubaidillah: Kisah Sahabat Nabi yang Dermawan dan Syahid

 

Biografi Thalhah bin Ubaidillah: Sahabat Nabi yang Dermawan dan Berani


Siapa Thalhah bin Ubaidillah?

1. Latar Belakang dan Keturunan

Thalhah bin Ubaidillah adalah seorang sahabat nabi yang berasal dari suku Quraisy, nama lengkapnya adalah Thalhah bin Ubaidillah bin Usman bin Kaab bin Said. Ia lahir pada tahun ke-28 sebelum hijriah di Mekkah³. Ibunya bernama Ash-Sha'bah binti Al-Hadrami. Berdasarkan silsilah keluarga Thalhah bin Ubaidillah, nasabnya (keturunan) bertemu dengan Rasulullah SAW pada Murrah. Artinya keduanya memiliki leluhur yang sama.

 

2. Masuk Islam dan Keistimewaan 

Thalhah bin Ubaidillah merupakan salah satu dari delapan orang pertama yang memeluk Islam. Ia masuk Islam melalui anak dari pamannya yaitu, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kisah bermula saat Thalhah bepergian ke Syam untuk berdagang. Di sana ia bertemu dengan seorang pendeta yang memberitahu bahwa akan muncul seorang nabi penutup para nabi yang bernama Ahmad bin Abdullah dari Makkah⁵. Pendeta itu juga memberikan ciri-ciri negeri tempat nabi itu akan hijrah. Thalhah pun tertarik dan segera pulang ke Makkah untuk mencari tahu tentang nabi tersebut.

Sesampainya di Makkah, ia mendengar bahwa Muhammad bin Abdullah telah menyatakan dirinya sebagai nabi dan rasul. Ia pun langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk Islam. Sejak itu, ia menjadi sahabat setia Rasulullah SAW dan ikut berjuang bersama beliau dalam berbagai perang. Rasulullah SAW memberikan banyak gelar kepadanya karena keistimewaan yang dimiliki Thalhah, yaitu Thalhah Al-Khair (Thalhah yang baik), Thalhah Al-Fayyadh (Thalhah yang murah hati), dan Thalhah Al-Jud (Thalhah yang dermawan). Ia juga termasuk dalam sepuluh orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW.

 

Perjuangan Thalhah bin Ubaidillah

1. Kesuksesan dalam Berdagang dan Kedermawanan

Sejak kecil, Thalhah sudah belajar berniaga. Karena kecerdasan dan kecerdikannya, ia sukses dalam perdagangan yang ia lakukan. Ia bahkan bisa mengalahkan banyak pedagang-pedagang tua di tanah Arab kala itu. Harta kekayaannya mencapai jutaan dirham⁶. Namun, hal itu tidak membuatnya sombong atau lupa diri. Justru ia merasa sedih dan pusing dengan harta yang dimilikinya.

Ia pun membagikan hartanya kepada fakir miskin, anak yatim, janda, dan orang-orang yang membutuhkan. Ia juga membiayai pernikahan anak-anak muda di keluarganya dan mencukupi kebutuhan keluarga yang tidak mampu. Ia bahkan pernah memberikan harta senilai 700 ribu dirham (setara dengan Rp 35 milyar sekarang) kepada warga Madinah yang sedang mengalami kelaparan. Kedermawanan Thalhah ini membuat Rasulullah SAW bersabda, \"Thalhah adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada kaumnya.\"⁵

 

2. Keberanian dalam Berperang dan Kesyahidan

Thalhah bin Ubaidillah merupakan salah seorang sahabat nabi yang selalu ikut berperang bersama Rasulullah SAW. Ia terlibat dalam hampir semua perang, kecuali Perang Badar karena Rasulullah SAW menugaskannya bersama Sa'id bin Zaid menuju Syam. Dalam setiap perang, ia menunjukkan keberanian dan kesetiaannya kepada Rasulullah SAW. Ia tidak pernah mundur atau gentar menghadapi musuh.

Salah satu peristiwa yang paling menonjol adalah ketika ia melindungi Rasulullah SAW dalam Perang Uhud. Ketika barisan kaum muslimin terpecah-belah, orang-orang yang berada di samping Rasulullah SAW hanyalah 11 orang Anshar dan Thalhah bin Ubaidillah dari kaum Muhajirin. Untuk menyelamatkan diri, mereka berusaha mengantarkan Rasulullah SAW ke atas bukit. Sayangnya, di tengah perjalanan ke bukit itu, mereka diadang oleh rombongan prajurit musuh³.

Rasulullah SAW pun bertanya, \"Siapa yang berani melawan mereka, dia akan menjadi temanku di surga.\"³ Thalhah bin Ubaidillah langsung menjawab, \"Aku, ya Rasulullah.\" Ia pun berjuang paling depan dengan seluruh tenaga untuk menghadang musuh. Ia menerima banyak luka dan panah yang mengenai tubuhnya. Bahkan pergelangan tangannya putus sebelah karena membentur pedang musuh. Ia juga terkena panah yang menusuk matanya. Namun ia tetap bertahan dan tidak mau melepaskan matanya dari wajah Rasulullah SAW.

Akhirnya, ia berhasil membawa Rasulullah SAW ke tempat yang aman. Namun kondisinya sudah sangat kritis. Ia pingsan dan tubuhnya berlumuran darah. Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah yang menemukannya mengira bahwa ia sudah gugur. Namun ternyata ia masih hidup dan hanya pingsan saja. Ketika ia sadar, ia langsung bertanya tentang keadaan Rasulullah SAW. Ia baru tenang setelah mendengar bahwa Rasulullah SAW selamat. 

Rasulullah SAW pun memuji keberanian dan pengorbanan Thalhah bin Ubaidillah. Beliau bersabda, \"Barang siapa ingin melihat syuhada yang hidup di antara manusia, hendaklah ia melihat Thalhah bin Ubaidillah.\" Beliau juga bersabda, \"Thalhah telah memenuhi hakku.\" Artinya, Thalhah telah membayar hutang budi kepada Rasulullah SAW dengan jiwanya. 

Thalhah bin Ubaidillah akhirnya gugur sebagai syuhada dalam Perang Jamal pada tahun 36 H/656 M. Ia terbunuh oleh panah yang dilepaskan oleh Marwan bin Al-Hakam⁴. Jenazahnya dimakamkan di Basrah dengan penuh penghormatan oleh para sahabat. Semoga Allah SWT meridhai dan mengampuni segala dosanya.

 

FAQ

Q: Apa saja gelar yang diberikan Rasulullah SAW kepada Thalhah bin Ubaidillah?

A: Rasulullah SAW memberikan beberapa gelar kepada Thalhah bin Ubaidillah, antara lain: Thalhah Al-Khair (Thalhah yang baik), Thalhah Al-Fayyadh (Thalhah yang murah hati), dan Thalhah Al-Jud

A: Rasulullah SAW memberikan beberapa gelar kepada Thalhah bin Ubaidillah, antara lain: Thalhah Al-Khair (Thalhah yang baik), Thalhah Al-Fayyadh (Thalhah yang murah hati), dan Thalhah Al-Jud (Thalhah yang dermawan). Beliau juga menyebutnya sebagai salah satu dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga dan sebagai syuhada yang hidup di antara manusia.

 

Q: Bagaimana Thalhah bin Ubaidillah membagikan hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan?

A: Thalhah bin Ubaidillah sangat dermawan dalam membagikan hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan. Ia tidak pernah pelit atau menghitung-hitung apa yang ia berikan. Ia memberikan harta senilai 700 ribu dirham (setara dengan Rp 35 milyar sekarang) kepada warga Madinah yang sedang mengalami kelaparan. Ia juga membiayai pernikahan anak-anak muda di keluarganya dan mencukupi kebutuhan keluarga yang tidak mampu. Ia bahkan pernah memberikan seluruh hartanya kepada Rasulullah SAW untuk disedekahkan.

 

Q: Apa saja perang yang diikuti oleh Thalhah bin Ubaidillah?

A: Thalhah bin Ubaidillah ikut berperang bersama Rasulullah SAW dalam hampir semua perang, kecuali Perang Badar karena Rasulullah SAW menugaskannya bersama Sa'id bin Zaid menuju Syam. Beberapa perang yang diikuti oleh Thalhah bin Ubaidillah adalah Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Khaibar, Perang Hunain, Perang Tabuk, dan Perang Jamal .

 

Kesimpulan

Thalhah bin Ubaidillah adalah seorang sahabat nabi yang memiliki banyak keistimewaan. Ia termasuk dalam delapan orang pertama yang masuk Islam dan sepuluh orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Ia juga dikenal sebagai sahabat nabi yang dermawan, baik hati, dan berani. Ia banyak berjasa dalam membela Islam dan Rasulullah SAW. Ia gugur sebagai syuhada dalam Perang Jamal. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dan teladan dari kisah hidupnya. Amin.


My Profile:

Salam! Saya Riesty, seorang penulis konten kreatif dengan fokus pada bidang keahlian CEO (Content, Experience, Optimization). Saya memiliki passion yang mendalam dalam menghasilkan materi konten yang informatif, inspiratif, dan berkualitas tinggi. Dengan latar belakang dalam industri ini, saya memahami pentingnya menghubungkan pengalaman pengguna yang luar biasa dengan optimalisasi konten yang cerdas.

Sebagai seorang penulis, saya percaya bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk menginspirasi, mengedukasi, dan menghubungkan. Saya senang berkolaborasi dengan klien untuk menciptakan konten yang tidak hanya menggugah rasa ingin tahu, tetapi juga memiliki dampak positif bagi audiens. Keahlian saya dalam bidang CEO memungkinkan saya untuk merangkul pendekatan yang holistik dalam strategi konten, dengan menggabungkan pengalaman, keahlian, kewenangan, dan kepercayaan.


 


Postingan Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel